Sahabat Ilmu

Selasa, 17 Ogos 2010

ADA APA DENGAN RAMADHAN???

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.” Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:

1. Gelaran Taqwa

Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS al-Baqarah : 183).

Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:
a. Jalan keluar dari semua masalah. Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini. “… Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath Thalaaq: 2). “… Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaaq : 4).

b. Dicukupi keperluannya. “Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya….” (QS. Ath Thalaaq : 3).

c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati. Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan. “Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-A’raaf : 35).

2. Bulan Pengampunan

Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadits menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

3. Pahalanya Dilipatgandakan

Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipat gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” (HR. Bukhari Muslim).

Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.

4. Pintu Surga Dibuka dan Neraka Ditutup

”Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu.” (HR. Muslim). Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

5. Ibadah Istimewa

Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadits qudsinya, “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR. Bukhari Muslim).

Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa. Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.

Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur’an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.

Allah SWT setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.

Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.
6. Dicintai Allah

Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadits Qudsi, “Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya.” (HR. Bukhari).

7. Do’a Dikabulkan

”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo’a apabila dia berdo’a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku.” (QS. al-Baqarah : 186).

Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo’a tapi sebenarnya tidak berdo’a. Yaitu do’anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? “Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku.”

Benar, berdo’a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi SAW, “Tiga do’a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do’anya orang teraniaya. Allah mengangkat do’anya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. “Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi).

Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kesucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do’a. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdo’a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan do’anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa’nya?

Jadi do’a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan do’a.
8. Turunnya Lailatul Qodar

Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan. (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur’an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.

Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam Lailatul Qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, “Lailatul Qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. “Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang.”

Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.

Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur’an menyatakan, “Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat JIbril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/kedamaian sampai terbit fajar. (QS al-Qadr : 4 – 5).

Malaikat bersifat ghaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, “Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, ‘Ambil barang itu!’ Ada bisikan lain berkata, ‘Jangan ambil, itu bukan milikmu!’ Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat.” Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.

9. Meningkatkan Kesehatan

Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.

Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.
10. Penuh Harapan

Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah… rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya’ Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. “Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari).

11. Masuk Surga Melalui Pintu Khusus, Rayyaan

”Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut Rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup.” (HR. Bukhari).

Minum air telaganya Rasulullah SAW: “Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu… Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telaga dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi).

12. Berkumpul Dengan Sanak Keluarga

Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman.

Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadits, “Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!” (HR. Bukhari).
13. Qaulan Tsaqiilaa

Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur’an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS. Al-Muzzammil : 3). Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan tarawih pada awal malam setelah shalat Isya’ dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya.

Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur’an secara tartil (memahami maknanya). Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur’an memang sumber pengetahuan dan ilham.
Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai Qaulan Tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.

14. Hartanya tersucikan

Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya.

Zakat, disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

Menuju Ke Syurga Bukan Mudah

“Perjalanan ke syurga dilingkungi dengan duri dan onak. Manakala jalan ke neraka dikelilingi dengan keinginan syahwat. Demikian ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw. mengenai dua jalan yang ditempuhi oleh manusia.

Syurga ialah tempat kenikmatan dan kebahagiaan di akhirat yang dikurniakan kepada hamba-hamba Allah yang beramal soleh. Neraka pula tempat azab keseksaan disediakan untuk mereka yang beramal tholeh (kejahatan).

Untuk melayakkan diri ke syurga, seseorang itu mestilah menempuh banyak ujian seperti melaksanakan suruhan Allah dan rasul serta menjauhi laranganNya. Kesemua ini memerlukan semangat dan kekuatan yang bermula dari keimanan kepada Allah. Sudah tentu untuk mengerjakan solat, puasa, haji dan amal kebajikan lain amat payah kecuali bagi mereka yang beriman. Sebab itulah Nabi mengatakan jalan ke syurga penuh dengan kesusahan.

Bukan mudah untuk masuk ke syurga. Kita kena bermujahadah atau berjuang melawan nafsu untuk melakukan kebaikan. Syaitan dan nafsu memang menyuruh kita berbuat kejahatan dan tidak menggalakkan kita melakukan kebajikan. Jika kita turutkan kehendak syaitan sudah tentu kita tidak mampu melakukan sebarang kebajikan.

Sebaliknya jalan ke neraka amat mudah kerana dikelilingi dengan kehendak syahwat. Semua manusia memang cenderung mengikut kehendak nafsu dan syahwat. Syaitan pula sentiasa mendorong manusia mengikut hawa nafsu. Amat mudah melakukan kejahatan.

Nah, di depan kita terbentang dua jalan. Terpulang kepada kita jalan mana untuk diikuti. Tepuk dada dan tanyakan iman – bukan tanya selera yang memang suka kepada nafsu.


Betapa tak susah masuk syurga? Dalam satu keterangan dinyatakan: orang jahil semuanya binasa kecuali yang berilmu. Orang berilmu semuanya binasa kecuali yang beramal. Orang beramal semuanya binasa kecuali yang ikhlas. Untuk mencapai darjah keikhlasan perlu banyak berjuang. Ibarat mendaki bukit yang tinggi, hanya orang yang lasak saja berjaya sampai ke mercu.

Kebahagiaan di dunia belum menjadi pasport untuk ke syurga. Malahan adalah menjadi kesalahan jika kekayaan yang didapati tidak diperolehi dan dibelanjakan secara Islamik.

Semua manusia inginkan hidup senang. Kesenangan di dunia hanya sementara manakala kesenangan akhirat kekal abadi. Orang yang bijak sudah tentu memilih kesenangan yang hakiki bukan yang bersifat sementara. Hanya orang yang cetek akal saja memilih kesenangan dunia dan mengenepikan kesenangan akhirat.

Syaitan selalu membisikkan kepada kita tentang amal kita yang banyak walaupun baru sikit benar. Kita gembira apabila dipuji manusia. Timbul rasa ujub dan riak yang memusnahkan pahala. Kita tak perasan kita sebenarnya berdosa sebaliknya menyangka kita masih beramal soleh. Kita mesti mengawas dari serangan penyakit batin seperti ria, ujub, bongkak, sombong, dengki yang kesemuanya merosakkan amalan. Di sini peranan ilmu tasauf yang perlu kita pelajari dan dalami.

Perlu kita ketahui sebelum kita melakukan sebarang ketaatan, Allah sudah terlebih dulu mendahului dan mengingati kita. Kalau Allah tak gerakkan kita untuk beramal, kita tak akan beramal. Ini maknanya Allah mendahului kita. Jangan sangka kita yang beramal, sebenarnya Allah menggerakkan kita beramal. Jadi soal pahala tak timbul. Sepatutnya kita bersyukur kerana Allah gerakkan kita beramal.

Bagaimana kita mahu mendabik dada tentang amalan kita? Saidina Ali yang sudah dijamin masuk syurga pun mengeluh kerana bimbang kurang amalan sedangkan perjalanan ke syurga amat jauh. Saidina Ali memang terkenal dengan zuhud dan banyaknya melakukan amal ibadat. Bagaimana dengan diri kita? Saidina Ali Menggigil mengenangkan bekalan yang sikit untuk perjalanan ke akhirat yang jauh.

Kesimpulannya kita terpaksa mengharung kesusahan mencari ilmu akhirat serta mengamalkannya. Kesusahan dalam hal akhirat adalah rahmat. Dengan kesusahan ini Allah mengampun dan meninggikan darjat kita. Dunia bukan tempat bersenang-lenang. Kesenangan hanya di akhirat. Seseorang tidak diberi pahala jika tidak bersusah-payah menempuh dugaan dan cabaran.

Ingat sekali lagi pesanan Nabi saw “Jalan ke Syurga dikelilingi dengan kepayahan. Jalan ke Neraka pula dikelilingi dengan nafsu dan syahwat.” Oleh itu, utamakanlah kepayahan kerana itu jalan ke syurga. Jauhilah kesenangan berbentuk nafsu syahwat kerana itu jalan ke neraka.
Wallahu ‘Alam. .

||| Wanita pertama masuk ke syurga |||

Sayyidatina Fatimah az-Zahra adalah satu-satunya puteri Rasulullah s.a.w yang menghasilkan zuriat untuk meneruskan ksinambungan keturunan baginda. Saydatina Fatimah berkahwin dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan dikurniakan dua putera iaitu Hassan dan Hussein.

Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w membicarakan mengenai kenikmatan syurga dan orang-orang yang tinggal di dalamnya. Lalu baginda ditanya oleh Fatimah, siapakah wanita pertama masuk ke syurga. Maka baginda pun menjelaskan : “Wahai anakanda! Wanita pertama yang akan masuk ke syurga ialah Mutiah. Dia hanyalah perempuan biasa dan kehidupannya amat sederhana.”

Mendengar kata-kata Rasulullah itu maka air muka puteri Rasulullah itu terus berubah. Lalu dikatakanya kepada ayahandanya : “Lantas, siapakah wanita itu wahai ayahandaku? Macamana halnya dan bagaimana amalanya sehingga dia dapat terlebih dahulu masuk ke syurga daripada anakanda?”. Lalu Rasulullah menyarankan puterinya itu untuk menziarahi rumah wanita tersebut yang terletak di Jabal Uhud.

Sayyidatina Fatimah kemudian keluar untuk mencari wanita yang dikatakan akan masuk ke syurga terdahulu daripadanya itu. Setibanya di rumah wanita tersebut, beliau pun mengetuk pintu rumah tersebut. Wanita dari dalam rumah keluar sambil bertanyakan hajat kedatanganya, tetapi tidak pula dijemput Sayyidatina Fatimah masuk ke dalam rumahnya.

Sayyidatina Fatimah menyatakan bahawa kedatanganya adalah untuk berjumpa dan berkenalan denganya. Wanita itu menjawab :“Terima kasih puan. Tetapi saya tidak dapat membenarkan puan masuk kerana suami saya tiada di rumah. Nanti saya minta izin daripadanya apabila dia balik. Silalah datang pada esok hari.”

Sayyidatina Fatimah pulang ke rumah dengan perasaan sedih dan hampa kerana tidak dapat bercakap panjang dengan wanita itu. Keesokan harinya, Sayyidatina Fatimah datang lagi bersama dengan anaknya Hassan.

Sebaik sahaja tiba di rumah itu, wanita dari dalam rumah tersebut membuka pintu. Namum belum sempat Sayyidatina Fatimah dipersilakan masuk, wanita tersebut terlihat anak lelaki puteri Rasulullah itu turut ada bersama, lantas wanita tersebut melarang Fatimah untuk menjejak masuk ke dalam rumahnya. Sayyidatina Fatimah menjelaskan bahawa kanak-kanak lelaki tersebut adalah anak lelaki nya, Hassan. Lalu wanita tersebut berkata : “Maaf puan, saya meminta izin daripada suami saya hanya untuk puan sahaja masuk, tidak termasuk budak lelaki ini sekali.”

Sayyidatina Fatimah serba salah, kerana jikalau hendak pulang ke rumah semula jauh. Hendak masuk ke rumah wanita tersebut, tidak mendapat keizinan dari wanita tersebut. Akhirnya Sayyidatina Fatimah mengambil keputusan untuk pulang ke rumah juga.

Keesokan harinya, Sayyidatina Fatimah datang lagi dengan membawa kedua-dua puteranya Hassan dan Hussein. Namun kehadiran Sayyidatina Fatimah kali ini benar-benar membuatkan wanita itu terkejut besar apabila mendapati ada seorang lagi budak lelaki yang belum diminta keizinan dari suaminya untuk masuk. Sayyidatina Fatimah terpaksa pulang dengan hampa untuk kali yang ketiga.

Setelah si suami pulang, wanita itu memberitahu tentang kehadiran puteri Rasulullah bersama-sama dengan cucu baginda sekali iaitu Hassan dan Hussein. Si suami sangat terkejut dan berkata : “Kenapa awak tidak membenarkan mereka masuk? Bukankah Sayyidatina Fatimah itu puteri Rasulullah s.a.w dan dua orang anaknya itu cucu Rasulullah? Sepatutnya awak membenarkan ,mereka masuk, kerana keselamatan kita berdua kelak bergantung kepada keredhaanya (Rasulullah s.a.w). Selepas ini, jika mereka datang ke sini lagi dengan membawa apa pun siapa pun, terimalah dengan sebaik-baiknya dan hormatilah mereka dengan sebagaimana yang patut bagi darjat mereka.”

Kemudian wanita itu menjawab : “Baiklah. Tetapi ampunkanlah kesalahan saya kerana saya mengerti bahawa keselamatan diri saya ini bergantung pada keredhaan awak.”

Pada keesokan harinya, Sayyidatina Fatimah datang semula ke rumah tersebut dengan membawa kedua-dua anaknya. Mereka dilayan dengan sewajarnya dan mereka memulakan perbualan. Tiada apa yang menarik perhatian Sayyidatina Fatimah tentang perempuan itu. Sedang asyik berbual-bual, tiba-tiba wanita tersebut bangun dan segera mempersiapkan dirinya. Dengan penampilan mengghairahkan, wanita itu berdiri di muka pintu rumahnya sambil memandang ke arah jalan seolah-olah sedang menanti kedatangan seseorang. Di sebelah tangannya memegang tongkat dan sebelah lagi memegang segelas air minuman. Wanita itu juga menyingsingkan kainnya dengan hujung jarinya sehingga menampakkan betis dan sedikit pehanya beserta wajah tersenyum manis.

Wanita itu langsung tidak menghiraukan Sayyidatina Fatimah, seolah-olah beliau tidak ada di dalam rumah tersebut. Fatimah berasa kurang senang dengan perlakuan wanita itu, lantas Fatimah bertanya kepada wanita dan inginkan penjelasan mengapa wanita tersebut berpenampilan sebegitu. Wanita itu mnjelaskan : “Puan, maafkan saya kerana tidak dapat melayan puan dengan sebaik-baiknya. Sebenarnya saya sedang menunggu suami saya yang akan pulang pada bila-bila masa sahaja dari sekarang.”

Lantas Sayyidatina Fatimah bertanya : “Apa gunanya tongkat dan air minuman itu wahai saudari?”.”Sekiranya suami saya dahaga sebaik sahaja sampai di rumah, saya akan segera menghulurkan minuman ini kepadanya. Tongkat ini pula untuk memudahkan dia untuk memukul saya sekiranya dia tidak berpuas hati terhadap layanan yang saya berikan kepadanya.” jawab wanita itu. Sayyidatina Fatimah bertanya lagi : “Kenapa pula puan menyelakkan kain sehingga menampakkan aurat? Bukankah perbuatan seperti itu haram?”

Jawab wanita itu : “Jika dia berkehendakkan saya, lalu dia pandang saya begini, tentulah menambahkan nafsu syahwatnya yang memudahkan kepada maksudnya.” Saydatina Fatimah mendengar penjelasan dari wanita itu dengan penuh hairan lantas berkata kepada dirinya sendiri : "Wanita pertama yang akan masuk ke syurga adalah Mutiah. Dia hanyalah seorang wanita biasa dan kehidupannya amat sederhana"

Fatimah pun pulang ke rumah dan terus menemui ayahandanya. Beliau berkata : “Anakanda berasa sungguh sedih kerana tidak dapat meniru dan mengamalkan tingkah laku yang ayahanda ceritakan padaku.” Rasulullah s.a.w tersenyum mendengar rintihan Saydatina Fatimah . Faham dengan perasaan puterinya itu, baginda lantas berkata : “Anakanda, janganlah terlalu bersusah hati. Wanita yang anakanda temui itu ialah wanita yang bakal memimpin dan memegang tali kerendaan tunggangan anakanda ketika masuk ke syurga. Sebab itulah dia masuk terlebih dahulu.” Mendengar penjelasan itu barulah Saydatina Fatimah tersenyum kembali.

Khamis, 12 Ogos 2010

KISAH BENAR, AJAIB DAN ANEH

Ini merupakan kisah ajaib yang terdapat dalam Kitab Al Birr wa As Silah oleh Imam Ibn Al Jawzi. Maka hayatilah apa yang diriwayatkan oleh Al Imam daripada `Ikrimah rahimahullah:

Seorang raja pada masa silam telah berkata kepada rakyatnya: “Sesiapa yang bersedekah dengan sesuatu nescaya saya akan potong kedua tangannya!” Maka datang seorang lelaki kepada seorang wanita lalu berkata: “Bersedekahlah kepadaku.” Wanita itu menjawab: ” Bagaimana aku akan bersedekah sedangkan raja akan memotong tangan orang yang bersedekah.” Dia lalu berkata: “Aku memohon kepada engkau demi Wajah Allah agar bersedekah kepadaku.” Wanita itu pun bersedekah dengan dua keeping roti dan akhirnya raja mengetahui akan kejadian tersebut. Raja pun menghantar orang kepada wanita itu lalu memotong kedua tangannya.

Tidak berapa lama kemudian raja menyatakan hasrat kepada ibunya agar menunjukkan kepadanya seorang wanita cantik untuk dikahwininya. Ibunya pun menyebut tentang seorang wanita yang kecantikannya tiada taranya namun dia memilki suatu kecacatan yang teruk iaitu kedua tangannya telah terpotong. Raja pun pergi untuk melihat wanita tersebut dan apabila dia melihatnya dia menjadi kagum lalu terus melamarnya. Wanita itu bersetuju dengan lamaran tersebut lalu mereka pun berkahwin. Raja pun tidur dan melakukan hubungan dengan wanita tersebut. Apabila tiba keadaan perang dan raja pun pergi berperang dengan musuh maka orang yang dengki telah mengadu kepada raja bahawa isterinya telah curang lalu melahirkan seorang anak. Raja lalu mengutus surat memerintahkan agar wanita tersebut dipukul, dihalau dan ditinggalkan bersama anaknya di padang pasir.
Semasa lalu di sebuah sungai dan ingin minum maka bayi itu terjatuh daripadanya ke dalam sungai lalu lemas. Wanita itupun menangis dan ketika itu datang dua orang lelaki yang berkata kepadanya: “Apa menyebabkan kamu menangis?” Dia berkata: “Anak saya telah jatuh ke dalam air lalu lemas.” “Adakah kamu suka jika kami mengeluarkannya bagi kamu?” ujar kedua lelaki tersebut. “Ya. Demi Allah,” jawab wanita tersebut. Maka mereka berdua berdoa kepada Allah dan anaknya pun keluar daripada air tersebut lalu mereka berkata: “Adakah kamu ingin kami kembalikan tangan kamu?” “Ya,” jawab wanita itu lalu mereka berdua berdoa kepada Allah dan tangannya pun kembali seperti sediakala lalu berkata, “Adakah kamu tahu siapa kami?” “Tidak,” jawab wanita tersebut. Mereka berkata: “Kami adalah dua roti yang kamu bersedekah dengannya.”
WALLAHUA'LAM

Daripada Abi Hurairah radhiyAllah `anhu bahawa Nabi SallAllah `alayhi wasallam bersabda: Tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
1. Pemimpin yang adil.
2. pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah).
3. seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya).
4. dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
5. seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah.
6. seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahsiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya.
7. seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.
(Dikeluarkan oleh Al Bukhari dalam Az Zakaah 1423 dan Muslim dalam Az Zakaah 1031)

Dan daripada Hakiim bin Hazaam radhiyAllah `anhu daripada Nabi SallAllah `alayhi wasallam: “Tangan yang di atas (orang memberi) itu lebih baik daripada tangan yang di bawah (yang menerima). Dan mulailah dengan orang yang kau tanggungi.”

“Sebaik-baik sedekah ialah yang diberikan daripada lebihan keperluan”
Dan sesiapa yang menahan diri daripada perkara haram dan meminta-minta nescaya Allah akan mengurniakan harta kepadanya.

Dan sesiapa yang tidak menerima pemberian orang (walaupun dia memerlukannya) nescaya Allah akan mengkayakannya. (Riwayat Bukhari dan lafaz adalah baginya)
Daripada `Aeeshah radhiyAllah `anha dia berkata bahawa Rasulullah bersabda: “Apabila seseorang wanita membelanjakan daripada makanan rumahnya tanpa berlebih-lebihan maka baginya adalah pahala dan begitu juga bagi suaminya dan penyimpan makanan. Tidak berkurang pahala salah seorang di antara mereka. (Muttafaq `alayh)

Dan daripada Abi Sa’iid Al Khudriyy radhiyAllah `anhu dia berkata: Rasulullah ke musolla pada hari `Iid Al Adha atau `Iid Al Fitr lalu kemudian Baginda memberi peringatan kepada orang ramai dan memerintahkan mereka untuk bersedekah lalu berkata: “Wahai manusia, bersedekahlah.” Lalu dia lalu di kawasan wanita lalu berkata: Wahai kaum wanita bersedekahlah kalian, sesungguhnya telah diperlihatkan kepadaku bahwa kalian adalah majoriti penduduk neraka. maka mereka (kaum wanita) berkata: Disebabkan apa wahai rasulullah? Beliau berkata: Kalian banyak melaknat, mengingkari kebaikan keluarga (suami), aku tidaklah melihat kaum yang kurang akal dan agamanya, yang dapat menghilangkan akal seorang laki-laki yang kokoh hatinya, selain salah seorang dari kalian.

Baginda pun kemudian meninggalkan tempat itu dan Zainab, isteri kepada Ibn Mas’uud datang kepada Baginda meminta izin daripadanya lalu seseorang berkata: “Wahai Rasulullah, Ini Zainab.” Rasulullah berkata, “Zainab yang mana satu?” Maka diberitahu kepada Baginda: “Isteri Ibn Mas’uud.” Baginda lalu berkata: “Izinkan dia.” Zainab lalu berkata: “Wahai RAsulullah, engkau mengarahkan hari ini untuk bersedekah dan saya memiliki sedikit barang kemas. Saya ingin menyedekahkannya namun Ibn Mas’uud berkata bahawa dia dan anaknya lebih berhak menerima sedekah tersebut.” Nabi SallAllah `alayhi wasallam berkata: “Telah berkata benar Ibn Mas’uud. Suami dan anakmu adalah lebih berhak untuk kau sedekahkan buat mereka.” (Riwayat Bukhari dan lafaz hadith adalah baginya)

Daripada Thaubaan radhiyAllah `anhu dia berkata Rasulullah SallAllah `alayhi wasallam bersabda: “Sebaik-baik dinar yang diinfaqkan oleh seseorang ialah dinar yang dibelanjakan pada keluarganya dan dinar yang dibelanjakan buat tunggangannya di jalan Allah dan dinar yang dibelanjakan buat rakan-rakannya di jalan Allah.” (Riwayat Muslim)

Dan daripada Abi Hurairah radhiyAllah `anhu bahawa Nabi SallAllah `alayhi wasallam bersabda: “Setiap awal pagi, semasa terbit matahari, ada dua malaikat menyeru kepada manusia dibumi. Yang satu menyeru, “Ya Tuhan, karuniakanlah ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya kepada Allah.” Yang satu lagi menyeru “musnahkanlah orang yang menahan hartanya.” (Muttafaq `alayh : Al Bukhari 1442, Muslim 1010)

Dan daripada Yazid bin Abi Habib bahawa Abu Al Khair memberitahu kepadanya bahawa dia mendengar `Uqbah bin `Aamir berkata: Aku mendengar Rasulullah SallAllah `alayhi wasallam bersabda: Semua orang berada dalam naungan sedekahnya sehinggalah manusia dijatuhkan hukuman (pada hari Akhirat). Yazid berkata: Abu Al Khair akan sentiasa bersedekah setiap hari walaupun dengan sedikit tepung uli mahupun bawang atau yang seumpamanya. (Riwayat Ahmad 4/147, Abu Ya’la 1766, At Tabraaniyy 17/280, disahihkan oleh Ibn Khuzaimah 2431 dan Ibn Hibban 3310 dan disahihkan oleh Al Albaani dalam Sahih At Targhiib 872 )

Bukan setakat itu sahaja malah sebahagian Salaf menganggap bahawa sedekah boleh menghindarkan seseorang daripada penyakit-penyakit dan kesusahan-kesusahan meskipun dia zalim.

Ibrahim An Nakha’ii berkata: Mereka (kaum Salaf) biasa menganggap bahawa sedekah boleh mencegah daripada lelaki yang zalim.

Wajah Abu `Abdillah Al Hakim pemilik kitab Al Mustadrak pernah mengalami sejenis luka selama hampir setahun lalu dia meminta agar orang-orang baik mendoakannya. Mereka banyak mendoakannya dan dia pun bersedekah kepada kaum Muslimin dengan meletakkan tempat minum air pada pintu rumahnya dan menuangkan air ke dalamnya untuk diminum oleh manusia. Tidak berlalu seminggu pun dan luka tersebut sembuh dan wajah beliau kembali seperti sedia kala.

`Abdullah bin Al Mubarak, seorang tokoh yang berilmu, zuhud lagi bertaqwa telah ditanya seorang lelaki tentang luka pada lututnya yang telah ada selama 7 tahun. Lelaki tersebut telah mendapatkan pelbagai rawatan dan berjumpa pelbagai doktor namun tidak pulih juga. `Abdullah bin Al Mubaarak lalu berkata: Pergi dan lihat tempat di mana manusia memerlukan air dan galilah di situ mudah-mudahan ada mata air di situ yang akan memberhentikan lukamu. Lelaki itupun melakukannya dan dia pun sembuh.

Kelebihan bersedekah adalah besar dan kisah-kisah serta hikayat-hikayat adalah banyak namun cukuplah sekadar yang berfaedah bagi kita. Kalaulah bagi sedekah salah satu kelebihan ini maka adalah wajar sangat kita melakukannya apatah lagi kalau semua ini datang kepadamu hasil daripada bersedekah walaupun dengan satu Riyal sahaja. Janganlah memandang enteng kepada sebarang perkara ma’ruf. Semailah pahala dan tolaklah daripada dirimu bala. Bersedekahlah dan galakkan selainmu untuk bersedekah kerana kelebihannya yang sangat hebat yang telah saya kumpulkan buatmu. Janganlah engkau ketinggalan nescaya engkau akan merugi pada hari yang mana harta dan anak-pinak tak berguna lagi.

Beberapa nota:
1. Apabila anda berjaya meyakinkan seseorang untuk mengkhususkan sebahagian daripada gajinya untuk bersedekah maka anda akan mendapat seperti pahalanya tanpa mengurangkan pahalanya sedikit pun. Engkau mungkin mati dan di sana ada orang yang bersedekah disebabkan engkau.

2. Apabila engkau mengutuskan risalah ini lalu seseorang menetapkan untuk selalu bersedekah maka bagi anda sebagaimana pahalanya tanpa mengurangkan pahalanya sedikit pun.

Rasulullah Nabi SallAllah `alayhi wasallam bersabda: Dari Abu Hurairah radhiyAllah `anhu bahawa Nabi Muhammad SallAllah `alayhi wasallam bersabda: “Apabila seorang anak Adam mati putuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariah atau ilmu yang memberi manfaat kepada orang lain atau anak yang soleh yang berdoa untuknya.” (Hadith Sahih – Riwayat Muslim dan lain-lainnya)

JADUAL TAZKIRAH RAMADHAN SURAU AL-IKHLAS

(klik pd gambar utk besarkan)

WAKTU BERBUKA PUASA DAN IMSAK

Jadual Waktu Imsak dan Berbuka Puasa 1431H/2010M Bagi Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur dan Putrajaya

(klik pada gambar utk besarkan)

Rabu, 11 Ogos 2010

Ramadhan - Perjuangan sia-sia dan ke Neraka !

Suatu hari satu pertempuran telah berlaku di antara pihak Islam dengan pihak Musyrik. Kedua-dua belah pihak berjuang dengan hebat untuk mengalahkan antara satu sama lain. Tiba saat pertempuran itu diberhentikan seketika dan kedua-dua pihak pulang ke markas masing-masing.

Di sana Nabi Muhammad S.A.W dan para sahabat telah berkumpul membincangkan tentang pertempuran yang telah berlaku itu. Peristiwa yang baru mereka alami itu masih terbayang-bayang di ruang mata. Dalam perbincangan itu, mereka begitu kagum dengan salah seorang dari sahabat mereka iaitu, Qotzman. Semasa bertempur dengan musuh, dia kelihatan seperti seekor singa yang lapar membaham mangsanya. Dengan keberaniannya itu, dia telah menjadi buah mulut ketika itu.

"Tidak seorang pun di antara kita yang dapat menandingi kehebatan Qotzman,"kata salah seorang sahabat. Mendengar perkataan itu, Rasulullah pun menjawab, "Sebenarnya dia itu adalah golongan penduduk neraka."Para sahabat menjadi heran mendengar jawapan Rasulullah itu. Bagaimana seorang yang telah berjuang dengan begitu gagah menegakkan Islam boleh masuk dalam neraka. Para sahabat berpandangan antara satu sama lain apabila mendengar jawapan Rasulullah itu.

Rasulullah sedar para sahabatnya tidak begitu percaya dengan ceritanya, lantas baginda berkata, "Semasa Qotzman dan Aktsam keluar ke medan perang bersama-sama, Qotzman telah mengalami luka parah akibat ditikam oleh pihak musuh. Badannya dipenuhi dengan darah. Dengan segera Qotzman meletakkan pedangnya ke atas tanah, manakala mata pedang itu pula dihadapkan ke dadanya. Lalu dia terus membenamkan mata pedang itu ke dalam dadanya."

"Dia melakukan perbuatan itu adalah kerana dia tidak tahan menanggung kesakitan akibat dari luka yang dialaminya. Akhirnya dia mati bukan kerana berlawan dengan musuhnya, tetapi membunuh dirinya sendiri. Melihatkan keadaannya yang parah, ramai orang menyangka yang dia akan masuk syurga. Tetapi dia telah menunjukkan dirinya sebagai penduduk neraka."

Menurut Rasulullah S.A.W lagi, sebelum dia mati, Qotzman ada mengatakan, katanya, "Demi Allah aku berperang bukan kerana agama tetapi hanya sekadar menjaga kehormatan kota Madinah supaya tidak dihancurkan oleh kaum Quraisy. Aku berperang hanyalah untuk membela kehormatan kaumku. Kalau tidak kerana itu, aku tidak akan berperang." Riwayat ini telah dirawikan oleh Luqman Hakim .

Selasa, 10 Ogos 2010

TETAMU AGUNG- RAMADHAN

Bagi jiwa-jiwa yang meyakini hari pertemuannya dengan Allah SWT serta meyakini segala janji-janji dan ancaman-ancamanNya akan merasakan Ramadhan sebagai tetamu agung untuk diraikan dengan sepenuh hati dan jiwa.

Apakah yang lebih baik dari pengampunan Allah swt bagi jiwa-jiwa yang sentiasa membayangkan Neraka yang jamuannya ialah buah Zaqqum. Buah Zaqqum yang digambarkan dalam satu surah; mayangnya seperti kepala syaithan dan tumbuhnya hanya di neraka jahannam. Buah Zaqqum yang digambarkan dalam sural Al Waqiah sebagai hidangan penyambut tetamu ini lalu ahli neraka akan memakannya hingga penuh perutnya lalu tersekat buah Zaqqum itu dikerongkongnya. nak ditarik keluar duri-durinya melekat dan menikam daging, nak ditelan perut sudah penuh, ketika itulah kita meraung mengharapkan belas kasihan lalu datang malaikat yang menjaga neraka dan menghulurkan kita air dari cairan tembaga. Kerana panas dan dah dahsyatnya buah Zaqqum itu kita lalu minum seperti 'unta lapar'. Ya unta lapar! Bayangkan sehari kita berpuasa berapa banyak air yang kita minum ketika berbuka dan bayangkan unta yang sekali minum boleh bertahan hingga 5 ke 6 bulan lalu bertemu air...bagaimana gelojohnya mereka minum. Begitulah ahli jahannam yang terseksa buah Zaqqum lalu dihulurkan air dari cairan tembaga. kita minum seperti unta lapar hingga akhirnya bukan sekadar nuah Zaqqum yang melepasi kerongkong kita tetapi segala isi perut kita bahkan usus kita keluar melalui lubang punggung kita.

Apa yang kita dapat bayangkan? Tentu dahsyat seksa neraka ini.

Maafkan kalau sekiranya saya mengecewakan anda. Ini bukanlah seksaan sebenar neraka Allah swt. Kata Ibnu Qayyim Al Jauziyah; Ini hanyalah jamuan keraian menyambut tetamu jahannam. Buah Zaqqum ini hanyalah jamuan keraian? Buah zaqqum yang disebutkan baginda SAW jika setitis darinya jatuh kemuka bumi lalu rosak seluruh kehidupan lalu bayangkan jika nanti tidak ada makanan lain selain buah Zaqqum ini.

Ad Dukhan: [43] (Ingatlah), sesungguhnya pokok Zaqqum; [44] (Buahnya) menjadi makanan bagi orang yang berdosa (dalam Neraka). [45] (Makanan ini pula panas) seperti tembaga cair, mendidih dalam perut; [46] Seperti mendidihnya air yang meluap-luap panasnya.

As-Saffat: [66] Maka sudah tentu mereka akan makan dari buahnya (sekalipun pahit dan busuk), sehingga mereka memenuhi perut darinya

Air buah Zaqqum itu - selain daripada pahit rasanya dan busuk baunya - adalah seperti tahi minyak kotor, dan mendidih dalam perut seperti mendidihnya air yang sangat panas: (45-46 Surah al-Dukhan).

Dari Ibn Abbas ra., bahawa Rasulullah s.a.w., telah membaca (firman Allah dalam ayat suci ini, ertinya: "Bertakwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati melainkan kamu berkeadaan Islam"); kemudian Nabi s.a.w., bersabda: "Kalaulah setitik air buah zaqqum itu menitik ke dalam dunia ini nescaya ia merosakkan penghidupan penduduk bumi, maka betapa halnya orang yang buah zaqqum itu menjadi makanannya."(At-Tirmizi)

Bolehkah anda bayangkan dahsyatnya neraka Allah swt kalau buah apa yang sebutkan tadi hanyalah jamuan keraian?

Sekarang tetamu agung ini datang lagi dalam kehidupan kita dan menawarkan pengampunan Allah swt. Adakah kita akan menyambutnya sambil lewa sahaja? Adakah kita masih menganggapnya sebagai tetamu biasa sahaja? Rugilah sekiranya ia pergi meninggalkan kita namun kita masih belum mendapat pengampunan Allah swt. Alangkah ruginya kita masih mengabaikannya nanti seperti yang pernah kita abaikan dulu.

Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharap redha Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang terdahulu. (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Mungkin anda orang yang mulia tetapi tidak bagi saya. Ya, saya selalu menyambutnya dengan keazaman baru, namun ketika hari-harinya berlalu bermacam-macam kesibukan menjadikan keazaman itu pudar hinggalah ketika mendengar khutbah Aidil Fitri jiwa saya terbangun dan menangisi pemergiannya. Kalau anda juga seperti saya...marilah kita siapkan diri kita bermula dari saat ini. Jadikan saki baki sya'ban ini sebagai medan kita menyiapkan diri untuk menyambut Ramadhan. Banyakkan berpuasa pada bulan ini seperti Rasulullah SAW, ulangkaji panduan beribadah supaya tidak bercampur amalan bid'ah, fahami semula fiqh puasa serta hayatilah fadhilat-fadhilat yang dijanjikan Allah untuk sepanjang Ramadhan.

Masih ada sedikit masa untuk kita manfaatkan namun mintalah manfaat yang banyak dari Allah swt. Bukankah Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Isnin, 9 Ogos 2010

SIYAM DAN QIYAM RAMADHAN

1. Ada dua perkara penting dalam ibadah puasa Ramadhan.

2. Pertama kewajipan untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Hikmahnya agar terjana rasa dan nilai taqwa sebagaimana dalam surah al-Baqarah ayat 183.

3. Nabi s.a.w. bersabda maksudnya : "Sesiapa yang berpuasa (siyam) Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, diampunkan baginya dosanya yang telah lalu". (Riwayat al-Bukhari).

3. Maka puasa bukan sekadar menahan diri daripada tidak makan dan tidak minum sahaja.

4. Perkara kedua ialah qiyam Ramadhan. Sabda Nabi s.a.w. maksudnya : "Sesiapa yang qiyam Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala maka diampunkan baginya dosanya yang telah lalu". (Riwayat al-Bukhari).

5. Apakah maksud qiyam Ramadhan? Ia difahami sebagai melakukan ibadah pada bulan Ramadhan termasuk ibadah sunat pada malam hari. Maka solat sunat Terawih termasuk dalam erti qiyam Ramadhan.

6. Dengan memahami dua perkara ini, moga-moga ibadah puasa kita menjadi suatu ibadah yang diteriman oleh Allah, Ameen.

http://nidzamkadir.blogspot.com/

ADAB-ADAB MENUNTUT ILMU

Di dalam menuntut ilmu kita mesti menjaga adab-adabnya supaya ilmu yang dituntut itu nanti mendapat keredhaan dan keberkatan daripada Allah SWT. Di antara adab-adabnya ialah:

1. IKHLAS NIAT – Kewajipan ke atas setiap muslim di dalam memastikan niat ketika menuntut ilmu ikhlas kerana Allah dan bukannya untuk mencari habuan dunia yang sementara kerana Rasulullah S.A.W pernah memberi amaran yang mana Allah akan menyediakan tempat di dalam neraka bagi mereka yang menuntut ilmu untuk kesenangan dunia semata-mata tanpa memikirkan maslahat Islam dan ummatnya. Memang agak susah untuk ikhlas di dalam belajar tetapi kita mesti terus berusaha ke arahnya. Kita yang berada dalam sistem sekular yang mementingkan material menyebabkan kita terlupa bahawa ilmu yang dipelajari bukan untuk mendapatkan tempat dan kedudukan serta kerja tetapi adalah untuk menjauhkan kita daripada kejahilan yang mana dengan ini mampu menjadi perisai diri di dalam melawan arus kesesatan dan seterusnya membawa perubahan kepada keislaman. Jadikanlah diri kita sebagaimana padi yang mana semakin semakin berisi semakin tunduk ke bumi kerana rendah diri. Jangan jadi sebagaimana lalang yang tinggi semakin mendongak ke langit kerana sombong. Ingatlah bahawa orang yang benar ikhlas dalam menuntut ilmu sahaja yang mampu memiliki sifat terpuji termasuk merendah diri. Maksud firman Allah dalam ayat 235 surah al-Baqarah (akhir ayat) :........."Dan ketahuilah bahawa Allah mengetahui apa yang tersemat dalam hatimu maka takutlah kepadaNya dan ketahuilah bahawa Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Ingatlah bahawa setiap orang akan binasa melainkan orang yang berilmu, setiap orang yang berilmu akan binasa melainkan orang yang beramal dan setiap orang yang beramal akan binasa melainkan orang yang benar-benar ikhlas.

2. TEKUN BERUSAHA DAN TAWAKKAL - Sentiasa bersungguh-sungguh dalam pembelajaran tanpa menurut keadaan dan masa dengan menghindari perasaan malas dan mudah jemu dengan buku pengajian. Ini dapat diatasi dengan membaca nota atau buku-buku yang kecil dan ringan atau mendengar kaset ceramah agama yang berbahasa Melayu dan sebaiknya berbahasa Arab.Perkara ini mampu melembut hati kita kerana sesiapa yang menjauhi nasihat ataupun tazkirah diri ditakuti Allah akan mengeraskan hatinya sebagaimana firman Allah dalam ayat 5 surah as-Sof yang bermaksud : Dan ingatlah ketika mana nabi Musa berkata kepada kaumnya :"Wahai kaumku! Mengapa kamu menyakitiku sedangkan kamu mengetahui bahawa aku ini adalah utusan Allah kepadamu?". Maka tatkala mereka buat endah tak endah sahaja lalu Allah memalingkan hati mereka dan Allah tidak memberi petunjuk kerpada kaum yang fasik. Ayat ini walaupun menceritakan umat nabi Musa tetapi peringatannya terus kekal hingga sekarang untuk kita sama-sama ambil iktibar dan pengajaran daripadanya. Kita juga hendaklah mewujudkan suasana sekeliling terutama di rumah dengan budaya ilmu bukannya budaya yang dipenuhi dengan cara mewah dan kesenangan serta hiburan yang boleh menghilangkan perasaan semangat untuk menambah ilmu dan pengetahuan.Kita hendaklah mencontohi ulama'-ulama' silam yang mana mereka belajar dalam keadaan susah tetapi tekun yang mana mereka sentiasa berada dalam suasana belajar bukannya mewah dan penuh kesenangan yang menyebabkan hilangnya perasaan bersungguh untuk belajar.Disamping itu kita mestilah bertawakkal kepada Allah agar kejayaan diimpikan akan menjadi milik kita.Tawakkal yang dilakukan mestilah mencukupi syaratnya iaitu berusaha, tekun, yakin, tidak mudah putus asa dan menyerah natijah ataupun keputusan kepada Allah sepenuh hati.

3. MENJAUHI MAKSIAT – Kita mestilah menghidupkan budaya amar ma’ruf dan nahi munkar dalam diri dan suasana sekeliling mengikut kemampuan yang ada. Sesungguhnya ilmu itu adalah nur yang suci yang mana ia tidak dapat kita perolehi jika diri kita sentiasa disaluti dengan najis-najis dosa. Cubalah sedaya yang mungkin di dalam menghindari kehendak nafsu kita dengan menutup segala jalan menuju ke arahnya.Jangan sekali-kali kita membuka jalan kepada maksiat untuk bertapak di hati kita. Jangan terlalu mengambil mudah dan endah tak endah sahaja terhadap perkara maksiat ini yang mana ia boleh menjerumuskan kita kepada maksiat yang lebih besar lagi. Di zaman sekarang ramai orang memandang maksiat yang kecil seperti maksiat mata, mulut, telinga, tangan(internet ataupun tulisan) serta pergaulan antara lelaki dan perempuan yang halal berkahwin hanya suatu perkara yang biasa dan dirasakan ia bukannnya maksiat dan mereka hanya menganggap hanya dosa besar seperti berzina, mencuri, memukul orang dan lain-lain lagi sahaja sebagai maksiat. Dosa yang kecil jika dibuat berterusan akan menjadi dosa besar.

4. MEMILIH TEMAN YANG SOLEH - Pilihlah teman yang mampu membawa kita ke arah kebaikan dan cubalah hidupkan budaya nasihat menasihati antara satu sama lain di dalam rumah kita sendiri samada berbentuk rasmi seperti diskusi kitab atau melalui perbincangan yang tidak rasmi setiap hari.Loqman Al-Hakim pernah berpesan kepada anaknya supaya sentiasa bersama orang alim dan soleh serta menghadiri majlis ilmu kerana apabila Allah menurunkan keberkatan kita turut sama memperolehinya. Disamping itu apabila kita sentiasa bersama orang soleh akan menasihati kita ke arah kebaikan serta menegur kita apabila berlakunya kesilapan dan kesalahan. Ini kan mematangkan lagi diri kita disamping menambahkan lagi semangat kita dalam belajar. Ini bukan bermakna kita diminta menjauhi mereka yang tidak soleh sebaliknya kita diminta berdakwah kepada mereka setakat kemampuan yang ada dan jangan pula kita yang terpengaruh dengan cara hidup mereka. Ingatlah firman Allah dalam surah Al-Zukhruf ayat 67 yang bermaksud :Teman-teman yang rapat pada hari itu sebahagiannya menjadi musuh kepada sebahagian yang lain kecuali mereka yang bertaqwa. Rasulullah S.A.W pernah berpesan kepada kita melalui hadis yang diriwayatkan oleh imam Tarmizi dan Abu Daud : Seseorang itu mengikut agama sahabat temannya. Maka hendaklah seseorang itu memerhati siapakah yang dijadikan teman.

5. BANYAKKAN ZIKRULLAH – Pastikan kita sentiasa solat lima waktu secara berjemaah dan mengamalkan wirid serta doa selepas solat walaupun ringkas kerana ulama’ sufi begitu menitik beratkan perkara wirid ini kerana ia boleh menghidupkan hati yang mati dan ia juga boleh mendatangkan perasaan ingin memusabahkan diri dengan amalan seharian. Tanpa wirid yang ma’thur selepas solat boleh menyebabkan perasaan zikrullah agak berkurangan dan ia boleh mendatangkan perasaan memudahkan segala kewajipan yang telah diperintahkan oleh Rabbul ‘Izzati. Jangan ajar diri kita melengah-lengahkan solat lima waktu kerana ia akhirnya mampu membawa diri kita ke arah mengabaikan solat. Bacalah Al-Quran sekurang-kurangnya sehelai setiap hari kerana ia merupakan ibu segala ubat. Hidupkan amalan-amalan sunat dalam setiap gerak kerja kita seharian kerana hidup yang sentiasa dihiasi dengannya akan sentiasa diberkati dan diredhai oleh Allah dan makhluk-Nya.

6. MENJAGA KEHORMATAN - Kita wajib menjaga kehormatan diri sendiri dan juga orang lain. Tutup segala ke'aiban diri dan orang lain kerana ia membawa kepada keredhaan Allah dan manusia lain kepada diri kita.Hanya orang yang mana kehidupannya dicucuri dengan keredhaan dan rahmat Allah sahaja yang mampu merasakan kebahagian di dalam kehidupan seharian. Manakala mereka yang jauh daripada rahmat Allah, hidup mereka dipenuhi dengan perkara yang kurang baik dan derita. Jangan sekali-kali menyakiti hati orang lain kerana doa orang yang dizalimi adalah lebih bahaya daripada panah malam.Firman Allah dalam ayat 12 surah Al-Hujurat yang bermaksud : Wahai orang-orang yang beriman! jauhilah kebanyakan perasaan prasangka, sesungguhnya sebahagian daripada prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari kesalahan orang lain dan janganlah pula sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. Adakah salah seorang daripada kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?. Maka sudah tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.

7. DOA DAN KEREDHAAN IBUBAPA - Kita hendaklah sentiasa menjaga perasaan kedua ibubapa kita dan menghormati mereka dalam perkara yang tidak menyalahi syariat Islam. Sentiasa berhubung dengan mereka dan mengambil berat tentang keadaan keduanya serta mendoakan kebahagian mereka di dunia dan akhirat. Kita juga hendaklah sentiasa meminta agar mereka meredhai kita dan mendoakan kejayaan kita. Ingatlah bahawa keredhaan Allah bergantung kepada keredhaan ibubapa terhadap kita. Firman Allah dalam ayat 23 hingga 24 surah al-Isra' yang bermaksud : Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu tidak menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada kedua ibubapamu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang daripada keduanya ataupun kedua-duanya telah lanjut usia mereka dalam jagaan kamu, maka jangan sekali-kali kamu mengherdik kepada keduanya dengan perkataan "uf" dan janganlah kamu menghertak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucaplah : " Wahai Tuhanku! kasihanilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua telah mendidikku semasa kecil".

8. MENGHORMATI GURU -Kita juga wajib menghormati guru dan mematuhi segala arahannya selagi mana tidak menyalahi kehendak Islam. Kita mesti patuh kepadanya walaupun fikrah atau pendapat kita berbeza. Kita pernah mendengar bagaimana imam As-Syafi'e walaupun berijtihad bahawa qunut di dalam solat Subuh sunat ab'adh(kena sujud sahwi jika tidak melakukannya) tetapi dia tidak melakukannya apabila mendirikan solat itu berhampiran maqam gurunya imam Malik kerana menghormati gurunya. Bagaimana dengan kita? Sesungguhnya ulama' silam begitu menitik beratkan masalah keberkatan ilmu, sedangkan kita hari ini tidak lagi mengendahkan perkara ini. Ini menyebabkan timbulnya pelbagai masalah terutama keruntuhan akhlak di kalangan remaja.Guru janganlah dianggap sebagai guru di sekolah, universiti atau di tempat pengajian sahaja tetapi kita mestilah menganggap bahawa dia pengajar dan secara langsung sebagai pendidik yang mesti dihormati walaupun di mana berada.Cubalah kita fikir dan renungi bersama tentang dua keadaan berbeza antara pelajar dulu dan sekarang mengenai pandangan dan penghormatan mereka terhadap guru. Tanpa ada keserasian dan kasih sayang yang wujud antara guru dan pelajar tidak memungkinkan berlakunya ketenteraman dalam kehidupan seharian.Oleh itu marilah kita sama-sama membina kembali keutuhan dan mahabbah antara guru dan pelajar agar ia mampu menyinarkan kembali suasana harmoni serta menghindari perkara negatif dalam kehidupan.

9. BERAMAL DENGAN SEGALA ILMU YANG DIPEROLEHI - Kita mengamalkan segala ilmu yang dipelajari setakat mana yang termampu oleh kita. Ulama' silam sentiasa mengingatkan kita bahawa orang yang berilmu dan tidak beramal dengan ilmunya akan dihumban ke dalam api neraka lebih dahulu daripada penyembah berhala. Jadikanlah ilmu yang dipelajari sebagai benteng daripada terjerumus ke kancah maksiat dan jadikanlah juga ia sebagai senjata di dalam mematahkan serangan musuh Islam serta jadikankanlah ia sebagai ubat yang mujarab di dalam menyembuhkan penyakit jahil dan batil di dalam masyarakat. Jangan jadikan ia sebagai barangan jualan untuk mengejar kekayaan dunia yang sementara. Berapa ramaikah yang telah dihinakan oleh Allah kerana melacurkan ilmu semata-mata untuk mengaut kemewahan dunia.Inilah merupakan antara sebab atau punca yang menyebabkan umat Islam terus mundur. Berapa ramaikah mereka yang belajar tentang al-Quran dan Hadis tetapi mereka dilaknat oleh keduanya kerana tidak merealisasikan segala apa yang dipelajari.Oleh itu kita mestilah beringat dan berhati-hati mengenai perkara ini demi kebahagian kita di dunia yang sementara dan akhirat yang kekal selamanya. Begitu mudah untuk memberi nasihat dan tazkirah tetapi begitu sukar untuk mengota dan merealisasikannya dalam kehidupan. Tanpa usaha yang bersungguh- sungguh, kita tidak mampu melaksanakannya.Samalah kita sama-sama menghayati firman Allah dalam ayat 2 hingga 3 surah as-Sof yang bermaksud :Wahai orang-orang yang beriman! mengapa kamu mengatakan apa yang kamu tidak kotakan? Amat besar kebencian Allah di sisi Allah bahawa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kotakan.

Jumaat, 6 Ogos 2010

SIFAT ORANG MUNAFIK DAN HUKUMAN MEREKA

Hadis Anas bin Malik r.a katanya:

Di antara kami ada seorang lelaki dari Bani Najjar, dia telah membaca surah Al-Baqarah dan surah Ali Imran serta selalu menulis untuk Rasulullah s.a.w, lalu dia melarikan diri untuk bersama-sama Ahli Kitab. Anas berkata: Ahli Kitab menyanjungnya. Mereka berkata: Lelaki ini telah menulis untuk Muhammad menyebabkan mereka mengkaguminya. Setelah beberapa ketika bersama-sama Ahli Kitab, lelaki tersebut meninggal dunia. Ahli Kitab menggali kubur dan mengebumikannya. Bumi memuntahkannya ke permukaan. Mereka menggali lagi dan mengebumikannya semula. Namun bumi tetap memuntahkan lelaki tersebut ke permukaan. Mereka menggali dan mengebumikannya lagi. Bumi tetap memuntahkannya semula ke permukaan. Akhirnya mereka membiarkannya di permukaan bumi. (Shahih Muslim)

Kitab : SHAHIH MUSLIM
Bab : KITAB SIFAT ORANG MUNAFIK DAN HUKUM MEREKA
No. Hadis: 4987

Tujuh Kebahagiaan Dunia

Dari Ibnu Abbas r.a katanya : " Ada tujuh petanda kebahagiaan dunia, iaitu :

1. Qalbun syakirun atau hati yang selalu bersyukur

2. Al azwaju shalihah, iaitu pasangan hidup yang soleh

3. Al auladun abrar, iaitu anak yang soleh

4. Albiatu sholihah, iaitu suasana yang kondusif (baik) untuk iman kita

5. Al malul halal, atau harta yang halal

6. Tafakur fi dien, atau semangat untuk memahami agama

7. Umur yang barakah - ertinya umur yang semakin tua semakin soleh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah

Khamis, 5 Ogos 2010

CERAMAH PERDANA- ISU RAMADHAN

CERAMAH SEMPENA RAMADHAN

HARI: SABTU

TARIKH: 7 OGOS 2010

MASA: SELEPAS SOLAT MAGHRIB

TEMPAT : SURAU AL-IKHLAS JLN MELATISARI BANDAR SG BUAYA RAWANG

PENCERAMAH: AL-FADHIL USTAZ SHUKRI BIN MAT
(PENCERAMAH BEBAS)


MUSLIMIN MUSLIMAT DIJEMPUT HADIR

#JAMUAN DISEDIAKAN#


“Barangsiapa berjalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga” (HR. Muslim).

Keburukan & balasan kepada orang yang sombong

Saudara-saudaraku muslimin…

Sombong dan takabbur adalah sifat Iblis lantaran ia memprotes perintah Allah. Jelas dalam firman Allah dalam Surah Al Baqarah ayat 34 yang bermaksud ;

“Dan ketika Kami berfirman kepada malaikat: “Tunduklah (beri hormat) kepada Nabi Adam”. Lalu mereka sekaliannya tunduk memberi hormat melainkan Iblis; ia enggan dan takbur, dan menjadilah ia dari golongan yang kafir.”

Sombong dan takabburnya manusia menghilangkan kemuliaan, bahkan membawa kehinaan akibat tidak mahu mendengar nasihat atau pantang menerima teguran menyebabkan keangkuhan semakin menyerap di hati, rasa bangga diri, konon dia sahaja manusia terbaik di muka bumi. Tapi beringatlah sifat tinggi diri dan hidung tinggi tiada tempat di sisi Allah dan di Akhirat jua…

Ada pepatah mengatakan “ilmu itu akan hilang di antara malu dan sombong. Ilmu merobohkan segala keluhuran seperti banjir merobohkan bangunan…”

Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:

“Tidak akan masuk syurga orang yang ada sifat sombong sebesar biji sawi dalam hatinya”

Para bijak pandai hukama’ mengatakan “ tidak akan kekal kekuasaan yang disertai dengan kesombongan…”

Allah berfirman dalam Surah Al-Qashas : 83, yang bermaksud :

“Itulah negeri akhirat yang kami sediakan bagi orang-orang yang tidak bertujuan hendak mendapat pengaruh (kemuliaan) dan kerosakan di muka bumi dan itulah kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertaqwa”

Ayat di atas menggambarkan bahawa kenikmatan dan ganjaran-ganjaran baik hanyalah untuk orang-orang yang sentiasa tawaduk (merendah diri) dan bertakwa kepada Allah yang bakal diberikan Tuhan Yang Maha Agung pada akhirat kelak.

Allah berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 146, maksudnya :

“Aku akan memalingkan (hati) orang-orang yang sombong takbur di muka bumi dengan tiada alasan yang benar dari (memahami) ayat-ayatku (yang menunjukkan kekuasaanku); dan jika mereka melihat sebarang keterangan (bukti), mereka tidak beriman kepadanya, dan jika mereka melihat jalan petunjuk, mereka tidak mengambilnya sebagai jalan yang dilalui. dan sebaliknya jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus mengambilnya sebagai jalan yang dilalui. yang demikian itu, kerana mereka mendustakan ayat-ayat kami dan mereka sentiasa lalai daripadanya”

Ada lagi pepatah lain….

“Yang sombong hanyalah orang-orang yang hina dan yang mahu bertawaduk itu hanya orang-orang yang mulia”

Rasulullah s.a.w bersabda lagi :

”Ada tiga perkara yang menyebabkan kebinasaan: terlalu bakhil, menurut hawa nafsu dan menyombongkan diri”

Firman Allah Taala dalam Surah Luqman : Ayat 18, Maksudnya :

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu kepada orang lain dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan berlagak sombong. Sesungguhnya Allah tidak suka orang-orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri.”

Di dalam satu hadis sahih dinyatakan balasan bagi orang-orang yang sombong, bangga diri, takabbur dan sumpamanya itu Allah akan bangkitkan mereka sebesar semut pada pandangan orang lain dengan penuh kehinaan di Padang Mahsyar dan akan dipenjarakan dalam penjara bernama Bolas di sebuah lembah yang dipanggil Habhab di dalam neraka.

Wallahu a’lam….Moga mendapat manfaat berterusan…

http://attazkirah.wordpress.com

UMAR SIASAT HARTA ABU HURAIRAH

Pada zaman umar menjadi khalifah, Abu Hurairah dilantik menjadi amir di daerah Bahrain. Dalam pemerintahan Umar, beliau menetapkan satu ketetapan bahawa setiap orang yang menjawat jawatan dalam kerajaan, yang jika ketika dia menjawat itu, dia mempunyai sehelai pakaian, maka setelah meninggalkan jawatannya itu, hendaklah dia dalam keadaan dengan sehelai pakaian juga. Sekiranya didapati ada lebihan, walau menerusi usaha yang halal sekalipun, maka segala lebihan itu diletakkan dalam baitul mal [perbendaharaan negara].

Makanya, ketika abu hurairah dilantik menjadi amir bahrain yang merupakan jawatan kerajaan, beliau telah bekerja disamping menjawat jawatan tersebut sehingga beliau menjadi orang yang berharta.

Penambahan harta abu hurairah itu sampai kepada pengetahuan Umar, menyebabkan Umar telah memanggil Abu Hurairah supaya datang mengadap. Ketika berhadapan dengan Abu Hurairah, Umar berkata, "wahai musuh Allah dan musuh kitabullah, Apakah kamu telah mencuri harta Allah?"

Ucapan keras Umar itu menyebabkan Abu Hurairah tersentak, lalu berkata, "aku bukan musuh Allah, dan bukan musuh kitabullah, malahan aku akan menjadi musuh kepada orang yang memusuhi kedua-duanya. Dan aku juga bukan orang yang mencuri harta Allah"

"Justeru, dari mana kamu perolehi sepuluh ribu itu?" soal umar kekerasan.

"Kuda kepunyaanku telah beranak pinak, dan lagi, aku mendapat pemberian dari orang yang mengunjungiku" jawab Abu Hurairah.

"Jika begitu, serahkan semua hartamu itu kepada baitul mal [perbendaharaan negara]", arah Umar.

Mendengar arahan Umar, Abu Hurairah terus menyerahkan semua hartanya kepada, kemudian ia mengangkat tangannya ke langit sambil berdoa, "Ya Allah, ampunilah Amirul Mukminin...."

Tidak lama kemudian, sekali lagi Umar memanggil Abu Hurairah kembali dan menawarkan jabatan kepadanya di wilayah baru, namun ia ditolak oleh Abu Hurairah dengan katanya, "aku tidak mahu menerima jawatan ini agar kehormatanku tidak sampai tercela, hartaku tidak dirampas dan punggungku tidak dipukul.."

[dari kitab ar rijal haul Rasulillah (pahlawan2 di keliling Rasulullah SAW) : m.s 498 - 499]

http://g-82.blogspot.com/

Keutamaan Ibadah Puasa Bulan Ramadhan

Saudara-saudaraku,

Ramadhan yang mulia bakal menemui kita, insyaALLAH. Sama-samalah kita berdo’a kepada ALLAH ‘Azza wa Jalla agar kita dipanjangkan umur untuk hidup di dalam bulan Ramadhan, dan diberikan hidayah dan taufiq serta daya kekuatan agar dapat mengambil manfaat dari kebaikan-kebaikan yang telah ALLAH ‘Azza wa Jalla sediakan di dalamnya, amin.

Sungguh, golongan yang bersungguh-sungguh mengejar Taqwa untuk dijadikan bekal bertemu dengan ALLAH Jalla wa A’la pada hari akhirat nanti sangat rindu menanti-nantikan kehadiran bulan yang mulia ini, iaitu Ramadhan Mubarak. Marilah kita contohi mereka dalam mengejar kebaikan.

Berikut disenaraikan kalam ALLAH yang Maha Mulia dan kalam Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam, agar dapat sama-sama kita meneliti dan menghayati dengan sungguh-sungguh akan kelebihan bulan Ramadhan yang bakal kita hadapi beberapa hari lagi, insyaALLAH.

1. Puasa adalah ibadah fardhu yang diwajibkan ke atas orang-orang yang beriman, dengan tujuan agar memperolehi Taqwa. ALLAH subhanahu wata’ala berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa.” (Surah al-Baqarah 2:183)

2. Ibadah puasa sangat tinggi nilainya di sisi ALLAH dan ALLAH sendiri yang akan mengganjarinya. Puasa boleh menjadi perisai dari perbuatan tidak berfaedah dan kegembiraan yang besar bagi orang-orang yang beriman yang melakukan ibadah puasa ini.

Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alahi wasallam bersabda:

“ALLAH ‘Azza wa Jalla berfirman: “Semua amal perbuatan anak Adam (manusia) itu bagi dirinya sendiri kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untukKU dan AKU yang akan membalasnya. Puasa itu adalah perisai, oleh kerana itu, apabila salah seorang di antara kamu sekalian berpuasa maka janganlah berkata kotor dan janganlah bertengkar/berteriak. Apabila ada seseorang yang mencaci-maki atau mengajak berkelahi, maka hendaklah ia berkata: “Sesungguhnya aku sedang berpuasa”. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggamanNYA, sungguh bau mulut orang yang berpuasa itu di sisi ALLAH lebih harum dari bau minyak kasturi. Bagi orang yang berpuasa ada 2 kegembiraan iaitu gembira ketika ia berbuka dan gembira ketika ia menghadap Tuhannya kerana besar pahala puasa” (HR Bukhari & Muslim)

3. Ibadah puasa pada bulan Ramadhan boleh menghapuskan semua dosa-dosa yang pernah kita lakukan pada masa lampau.

Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala daripada ALLAH, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR Bukhari & Muslim)

4. Pada bulan Ramadhan, sekalian manusia mempunyai peluang yang besar untuk melakukan kebaikan dan menggandakan kebaikan-kebaikan itu.

Dari Abu Hurairah radhiAllahu ‘anhu bahawa Rasulullah sallAllahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Apabila bulan Ramadhan datang, maka dibukalah pintu-pintu syurga dan ditutuplah pintu-pintu neraka, serta diikat syaitan-syaitan.” (HR Bukhari & Muslim)

Banyak hikmah yang boleh kita perolehi daripada kalam-kalam yang mulia di atas. Semoga ia dapat membuka minda dan roh kita untuk sama-sama mengejar kebaikan-kebaikan yang terdapat di dalam bulan Ramadhan, insyaALLAH.

Selamat Menyambut dan Menghayati Ramadhan.

Semoga kita Beroleh Taqwa, amin.

www.muzir.wordpress.com

Selasa, 3 Ogos 2010

Seminar Baitul Maqdis di Shah Alam

Harakahdaily

SHAH ALAM, 3 Ogos: Untuk pertama kalinya, sebuah seminar dua hari membincangkan persoalan Baitul Maqdis akan diadakan pada 7 dan 8 Ogos ini di Hotel De Palma, Seksyen 19 di sini mulai 9.00 pagi.

Seminar tersebut dianjurkan oleh Persatuan Ulama Malaysia di mana sebelah kertas kerja akan dibentangkan.

Berikut ialah jadual pembentangan kertas kerja tersebut:

* ‘Al-Aqsa In Danger’ oleh Dr. Abdallah bin Ma’arof Abd Omar dari Jabatan Sejarah dan Tamadun Islam, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya.

* ‘Turki dan Israel’ oleh Prof. Dr, Mohammad Radzuan bin Osman dari Jabatan Sejarah, Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya.

* ‘Barat, Negara Arab dan Perang Arab – Israel ke-4’ oleh Prof. Dato Paduka Mohamad Abu Bakar dari Jabatan Antarabangsa dan Pengajian Strategi, Fakulti Sastera dan Sains Sosial Universiti Malaya.

* ‘Sejarah Kejatuhan Palestin dan Kewujudan Israel’ Oleh Dr, Mohd Roslan bin Mohd Nor dari Jabatan Sejarah dan Tamadun Islam, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya.

* ‘Yahudi dan Bani Israel’ oleh Dr, Zulkifli Mohamad Al Bakri Ahli Majlis Fatwa Negeri Sembian dan Terengganu.

* ‘Gerakan Ulama Daam Menangani Iu Palestin’ oleh Ustaz Haji Abd Ghani Shamsudin. dari Sekretariat Himpunan Ulama Rantau Asia (SHURA).

* ‘Melahirkan Generasi Salahuddin Al-Ayubbi’ oleh Dr. Zainul Rashid bin Zainuddin dari Penggerak Aman Maausia.

* ‘Masa Depan Baitul Maqdis Berdasarkan Hadis’ olerh Prof. Madya Dr. Fauzi bin Deraman dari Jabatan Al-Quran dan Hadis, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya.

* ‘Pengaruh Yahudi Dalam Organisasi Pentadbiran dan Perniagaan’ oleh Prof. Dr. Mohd Nazari bin Ismail dari Jabatan Akidah dan Pemikiran Islam, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya.

* Pengaaman Menghdapai Rejim Israel dalam Mii Bantuan Kemanusiaan’ oleh Haji Ariffin bin Ismail dari Muslim Care Maaysia dan saudara Aswad bin Ismail (Wartawan Astro Malaysia.

Untuk keterangan lanjut mengenai seminar terebut boleh menghungi: 03-55124300 dan 03-55114301 atay Fax: 03-55114302, E-mail: pumpusat@yahoo.com.

Sayangi ibu, bapa, mentua sama rata

Oleh Mohd.Zawawi Yusoh

JIKA Allah menurunkan hidayah, segeralah bertaubat tetapi apa caranya jika orang tua sudah meninggal dunia sedangkan ketika hidupnya kita pernah menderhaka kepada mereka?

Maka ziarahilah pusara ibu bapa dan bacakan ayat suci untuknya. Jumpa kembali kawan baik ibu bapa atau jiran yang masih ada dan berbuat baik kepada mereka. Sedekahkan kepada masjid atas nama ibu bapa.

Walaupun ibu bapa sudah meninggal, minta maaf berkali-kali semoga mereka berdua reda dan Allah mengampunkan dosa. Allah Maha Pengampun dan luas rahmat-Nya tetapi jangan pula mengambil kesempatan untuk berbuat jahat, kemudian baru hendak bertaubat. Hidup tidak tenteram atau bala akan diterima.

Cuba kita perhatikan kemalangan yang berlaku setiap hari. Contohnya, tayar kereta pecah, jangan lihat dengan mata kasar, tetapi cuba selidiki kesalahan yang kita lakukan hari ini.

Pertama, bagaimana hubungan kita dengan Allah? Jika semuanya baik, turun ke peringkat kedua, bagaimana pula hubungan kita dengan ibu bapa?

Pastikan hubungan kita dengan ibu bapa sentiasa harmoni dan lancar. Tidak rugi menjalin hubungan baik kerana hayat mereka bukanlah terlalu panjang untuk bersama kita.

Lazimnya dalam hubungan ini, ibu yang dilebihkan sedangkan bapa menjeruk perasaan kerana tidak dipedulikan anak. Hubungan dengan bapa sepatutnya sama dengan ibu tetapi dalam konteks Islam, kalau berlaku pertembungan, Rasulullah meminta ibu didahulukan.

Tiga kali ibu memanggil, barulah sekali kepada bapa. Bagaimanapun, sebaik-baiknya kasih sayang dan perhatian biar sama agar kedua-duanya tidak berkecil hati.

Begitu juga dengan nenek, walaupun kata-katanya ada yang mengarut tetapi jangan melawan di depan mereka. Sebenarnya, golongan nyanyuk dan tua mencabar kesabaran kita.

Walaupun Allah tidak mengambil kira kata-kata mereka, kita wajib mentaati dan menghormati golongan tua. Mentua juga mesti dimuliakan seperti kita menghormati orang tua sendiri. Jika mereka berkecil hati, samalah seperti tersinggung hati ibu bapa kita.

Kita sayang anaknya, jadi mengapa tidak turut menyayangi orang yang melahirkannya?

Saya tahu, ada menantu berkecil hati dan memendam rasa terhadap mentua yang terlalu mengambil berat terhadap anaknya. Bersabarlah dan jalin hubungan baik kerana taraf mereka sama seperti ibu bapa kandung

. Kewajipan anak lelaki, pertama kepada Allah, kedua kepada Rasul dan ketiga kepada ibu dan ibu mentua manakala keempat bapa dan bapa mentua. Kelima barulah isteri. Jadi, isteri kena faham jika suami sayang dan melebihkan ibu bapa kerana itu memang wajar.

Sebaliknya, anak perempuan, yang pertama Allah, kedua Rasul dan ketiga suami. Jalan pintas ke syurga bagi anak selain Allah adalah ibu bapanya.

Perasaan mentua perlu dijunjung kerana mereka berhak ke atas menantu. Seperti kisah Nabi Allah Ibrahim dengan anaknya Nabi Ismail.

Suatu hari Nabi Ibrahim ke rumah anaknya dan kebetulan Nabi Ismail tidak ada di rumah. Isterinya pun tidak mengenali mentuanya.

Menantunya berkasar, menyebabkan Nabi Ibrahim berkecil hati tetapi sebelum pulang, Nabi Ibrahim berpesan kepada menantunya itu, meminta suaminya menukar alang rumah kepada yang baru.

Apabila Nabi Ismail pulang ke rumah, isterinya menggambarkan rupa lelaki berkenaan yang menyampaikan pesanan. Nabi Ismail sedar, itu adalah bapanya.

Nabi Ismail insaf di sebalik simbolik kata-kata bapanya bahawa isterinya bukan daripada kalangan wanita yang berakhlak, lalu diceraikan. Kemudian Nabi Ismail berkahwin kali kedua dan bapanya masih tidak mengenali menantu.

Sekali lagi Nabi Ibrahim melawat dan menantunya melayan dengan bersopan santun walaupun tidak kenal siapa baginda. Nabi Ibrahim tertarik dan sebelum pulang, baginda berpesan lagi, dengan mengatakan alang rumah anaknya sudah cukup baik dan jangan ditukar kepada yang lain

Isnin, 2 Ogos 2010

Memasang Alat Pewangi Di Masjid

Soalan :

Sukacita dimaklumkan bahawa Jabatan Hal Ehwal Masjid telah menerima permohonan daripada penaja swasta untuk membekalkan secara sukarela (semata-mata kerana Allah) bagi memasang alat pewangi automatik yang mengandungi bau¬-bauan moden (air freshener) di masjid-masjid.

Sehubungan dengan itu, sebelum Jabatan ini mengambil sebarang langkah mengenainya, Jabatan ini ingin mengetahui dari segi hukum memasang dan menggunakan alat berkenaan di dalam masjid.

Menggunakan bau-bauan yang harum di dalam masjid adalah digalakkan dalam Islam supaya disukai oleh para malaikat seperti bau haruman kasturi, ambar, kemenyan dan lain-lain seperti yang terdapat dalam kitab.

1. Apakah hukum memasang alat-alat pewangi automatik di dalam masjid yang mengandungi bau-bauan haruman yang moden seperti bau limau, oren, epal, bunga-bungaan seperti jasmine, violet, baby powder, waddy musk, citrus scent dan lain-lain yang seumpamanya yang tidak mengandungi alkohol dan benda-benda najis?
2. Apakah hukumnya jika bau-bauan tersebut dipasang/digunakan semburannya pada masa sembahyang sama ada berjemaah atau berseorangan di masjid dalam hubungannya dengan kekhusyukan sembahyang seorang itu?

Jawapan:


الحمد الله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، سيدنا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعه بإحسان إلى يوم الدين، اللهم هداية للصواب، وبعد


Oleh kerana bau-bauan yang disebutkan itu tidak mengandungi najis sebagaimana yang dikatakan oleh penyoalnya sendiri, maka haruslah memasang alat-alat pewangi automatik itu di dalam masjid.

Adapun mengenai sejauh mana kesan bau-bauan harum itu terhadap kekhusyukan seseorang dalam sembahyangnya, sama ada akan bertambah-tambah khusyuk atau sebaliknya dengan sebab bau-bauan harum itu tidaklah dapat dipastikan kerana ini adalah masalah dalaman yang sukar 'disaluki' (diterokai), namun jika melihat kepada sifat malaikat sangat suka kepada bau-bauan harum, maka manusia pun biasanya demikian juga, pada mas a ini minyak wangi telah menjadi bidang perniagaan.

Anjuran untuk mengharumkan masjid terdapat dalam hadis dan atsar di antaranya ialah sebagaimana disebutkan oleh AI-Imam AI-Suyuthi: "Bahawa AI-Zubair bin Bikar di dalam kitab Akhbfu- bagi Ibn AI-Dumainah daripada hadis mursal AI-Hasan bin AI-Hasan, bahawa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah menYUfUh mengharumkan masjid pada hari Jumaat."

Ibnu Majah telah mentakhrijkan daripada Watsilah bin Al-Asqa' Radhiallahu 'anhu, katanya, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda:

جنبوا مساجدكم صبيانكم ومجانينكم وشراءكم وبيعكم (وخصوماتكم ورفع أصواتكم وإقامة حدودكم وسل سيوفكم واتخذوا على أبوابها المطاهر) وجمروها في الجمع.


Maksudnya: "Jauhkanlah masjid-masjid kamu daripada kanak-kanak, orang gila, berjual beli, (pertelingkahan, peninggian suara/kebisingan, perlaksanaan hukum hudud, penghunusan pedang dan letakkanlah di pintunya tempat bersuci) dan harumkanlah masjid itu pada hari-hari Jumaat. "(Hadis dikeluarkan oleh Ibnu Majah).

Abu Ya'la telah mentakhrijkan Ibnu 'Umar Radiallahu ianhuma, bahawa 'Umar Radiallahu 'anhuma sentiasa mengharum-harumkan masjid pada setiap Jumaat. (Khushushiyyat Yaum AI-Jumu'ah li AI-Imam AI-Suyuthi h.65).

Selain daripada itu telah menjadi tradisi pada tiap-tiap tahun di musim haji, Ka'bah akan dibersihkan seterusnya diberi wangi-wangian di dalamnya. Perkara ini tidak terbatas pada hari Jumaat semata-mata kerana Hajar AI-Aswad dan lingkungannya, kiswah Ka'bah dan batu-batu binaan Ka'bah di bahagian sebelah bawah yang mudah dicapai, sering sahaja disapu atau dilumur dengan bau-bauan 'athar. Hatta di dalam Masjid AI-Haram dan. di sekeliling mathaf juga kita melihat orang-orang membawa pedupaan yang mengeluarkan asap yang wangi daripada kayu gaharu. Ini adalah mengambil kira, bahawa mewangikan masjid dengan bau-bauan seperti gaharu, kemenyan dan lain-lain itu adalah memang disuruh, yakni sunat mengharumkan masjid pada setiap hari Jumaat sebagaimana hadis di atas.

Sebagai pengetahuan tambahan, adalah tidak harus mengambil sesuatu daripada minyak wangi atau haruman daripada Ka'bah bagi tujuan tabarru ' atau lainnya, dan sesiapa yang mengambilnya wajiblah mengembalikannya ke tempatnya semula. Andainya dia ingin memperolehi tabarru ' hendaklah membawa minyak wangi sendiri, lalu menyapukan minyak wangi itu ke Ka'bah, kemudian mengambil dengan menyapu minyak wanginya itu balik seperti dalam I'lam AI-Sajid bi Ahkam AI-Masajid oleh AI-'Allamah Muhammad bin Abdullah AI-Zarkasyi.

Jadinya; mengenai dengan meletakkan bau-bauan harum di dalam masjid adalah diharapkan dapat menambah suasana yang harmoni dalam masjid dan mudah-mudahan kesan selanjutnya akan mendatangkan kekhusyukan kepada orang-orang yang melakukan sembahyang tanpa sebarang gangguan. Yang lebih baik (kerana rata-rata orang adalah menerimanya dengan senang hati dan suka) ialah daripada jenis 'athar dan gaharu.

Sumber: Fatwa Brunei
Negara Asal: Brunei
Pengarang: Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Abdul Aziz bin Juned, Mufti Kerajaan Brunei

PENENTUAN ARAH QIBLAT

INFO: Cara mengukur arah kiblat

Hanya boleh menggunakan kaedah matahari terbenam pada 28 Mei jam 5.16 petang dan 16 Julai jam 5.28 petang setiap tahun.

Dirikan objek lurus seperti tiang di tanah lapang dan rata.

Pastikan ia tegak dan lurus. Bagi menyemak ketegakan tiang, letakkan tali yang diikat pemberat pada hujung tiang.

Tempat yang dipilih tidak terlindung sinaran matahari.

Semakan perlu dibuat tepat mengikut waktu yang ditetapkan Sirim seperti waktu televisyen dan radio. Oleh kerana fenomena itu berlaku pada waktu petang di Malaysia, bayang tiang akan jatuh ke arah timur. Dengan itu, arah kiblat ialah yang menghadap barat.


Kaedah melihat matahari terbenam tidak tepat

SUDAH semestinya umat Islam perlu menghadap Kaabah yang menjadi kiblat apabila mendirikan solat dan ketika dikebumikan selepas meninggal dunia.

Walaupun dengan kedudukan Kaabah di Makkah menjangkau ratusan ribu kilometer, menetapkan arah kiblat sebenarnya tidak menjadi persoalan kerana ilmuwan Islam benar-benar menguasai ilmu falak untuk menyelesaikan masalah itu sekadar berpandukan kedudukan cakerawala seperti bintang dan matahari.

Bagaimanapun, kekurangan orang Islam yang benar-benar memahami ilmu falak ketika ini menimbulkan persoalan bagaimana untuk menentukan arah kiblat yang tepat.

Ini kerana, ada umat Islam masih menggunakan kaedah menentukan kiblat berpandukan arah matahari terbenam, sedangkan cara itu tidak tepat dan salah di sisi Islam kerana hanya dua hari dalam setahun arah kiblat boleh berpandukan kepada arah matahari terbenam.

Menyedari kesilapan itu, sewajarnya umat Islam di seluruh dunia tidak lagi menentukan jadual atau takwim solat, waktu berbuka puasa dan hari raya berpandukan kaedah matahari terbenam. Malaysia sudah tidak lagi menggunakan kaedah ini, sebaliknya berpandukan ilmu falak syarie seperti yang ditetapkan Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim).

Dengan kepesatan teknologi, perkara sebegini tidak sepatutnya menjadi masalah sehingga membawa kepada timbulnya pertelingkahan kerana sudah ada pelbagai peralatan canggih yang boleh digunakan untuk menentukan arah kiblat.

Ketua Penolong Pengarah Cawangan Falak, Bahagian Penyelidikan Jakim, Che Alias Che Ismail, berkata penentuan arah kiblat yang tepat amat penting terutama dalam pembinaan masjid atau surau bagi memastikan ia tidak tersasar.

Beliau menegaskan, ketepatan arah kiblat bukan sesuatu yang boleh dipandang ringan kerana biarpun cuma satu darjah terpesong ia bersamaan kira-kira 125 kilometer tersasar dari arah Kaabah.

Bagaimanapun, muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan memutuskan had berpaling yang dibenarkan tidak melebihi tiga darjah dan ia tidak perlu difatwakan tetapi boleh dijadikan garis panduan dalam pembinaan masjid dan surau baru.
Che Alias menunjukkan cara untuk mencari kiblat dengan menggunakan Ushikata.

Katanya, dua alat digunakan untuk menentukan arah kiblat iaitu kompas Ushikata dan Teodolite tetapi ia juga berpandukan kepada keadaan tertentu seperti diletakkan di tanah rata untuk mendapatkan ukuran tepat.

“Peralatan itu selalunya digunakan untuk menentu arah kiblat untuk tujuan pembinaan masjid atau surau. Bagi orang perseorangan atau ingin menentukan arah kiblat di rumah, cara tradisional masih boleh digunakan.

“Setiap tahun, ada dua keadaan yang boleh digunakan umat Islam menentukan arah kiblat iaitu ketika matahari berada betul-betul di atas Kaabah. Ia berlaku pada 28 Mei jam 5.16 petang dan sekali lagi pada 17 Julai jam 5.28 petang.

“Caranya dengan meletakkan tiang atau sesuatu yang lurus di tanah lapang pada waktu berkenaan dan perhatikan bayang objek itu. Oleh kerana di Malaysia ia berlaku pada waktu petang, arah kiblat diukur dari hujung bayang hingga ke pangkal tiang ,” katanya.

Sementara itu, Penolong Pengarah Pusat Al-Quran dan Ilmu Teras di Institut Latihan Islam Malaysia (ILIM), Zamihan Mat Zin, berkata falak ialah disiplin ilmu astronomi Islam yang dibahagikan kepada tiga bahagian iaitu falak takwim membabitkan pengiraan hari, bulan bagi menentukan puasa dan hari raya.

“Kedua ialah falak waktu solat iaitu menentukan masuknya waktu solat berdasarkan kedudukan matahari dan ketiga, yang paling besar dan penting falak penentuan arah kiblat.

“Arah kiblat diukur menggunakan kompas Ushikata atau Teodolite. Caranya tidak banyak berbeza tetapi penggunaan Teodolite lebih tepat kerana kadang-kadang bacaan kompas dipengaruhi unsur lain seperti besi dan sebagainya,” katanya.

Zamihan berkata, cara tradisi masih boleh digunakan untuk menentukan arah kiblat dengan berpandukan arah matahari yang membabitkan dua hitungan.

“Pertama, berdasarkan kedudukan matahari di atas Kaabah yang berlaku pada Mei dan Julai setiap tahun. Seluruh dunia boleh menyemak kedudukan kiblat berdasarkan fenomena itu.

“Cara kedua ialah dengan menghitung waktu matahari setiap hari. Kaedah kedua banyak risiko kerana kedudukan matahari berubah setiap hari terutama di kalangan mereka yang tidak mahir dalam ilmu falak. Cuma pakar falak yang dapat berbuat demikian kerana ia membabitkan kaedah separa hitungan,” katanya.

Beliau berkata, masalah yang timbul sekarang ialah umat Islam tidak menguasai ilmu falak sepenuhnya dan pada masa sama masih tidak terlatih menggunakan teknologi moden.

“Justeru, ILIM berperanan melatih pegawai Islam untuk menggunakan alat ukur ini dengan mahir dan menjemput pakar dari universiti tempatan bagi tujuan itu,” katanya.

Penentuan arah kiblat boleh dicari dari pelbagai sudut dalam kehidupan serba canggih ini dan ia bergantung kepada ‘mahu atau tidak’ berusaha mencari ketepatan yang menjadi syarat sah solat, seterusnya membentuk peribadi menjadi Muslim sejati.

Rujuk Jabatan Mufti untuk panduan

SELANGOR mendahului negeri lain dalam memastikan setiap bangunan mengandungi surau atau ruang solat yang bakal didirikan mempunyai arah kiblat betul menerusi jalinan kerjasama dengan pihak berkuasa tempatan (PBT) dan kontraktor.

Pegawai Hal Ehwal Islam, Bahagian Falak Jabatan Mufti Negeri Selangor, Rizal Ramli, berkata pihaknya mengambil tindakan pencegahan dengan mencadangkan kepada PBT di seluruh negeri supaya meletakkan syarat tambahan kepada sebarang pelan pembangunan dirujuk terlebih dulu kepada jabatan mufti untuk mendapatkan arah kiblat yang tepat sebelum kerja pembinaan dijalankan.

“Langkah ini bertujuan mencegah kesilapan dalam menentukan arah kiblat. Dalam hal ini, PBT akan merujuk kepada Jabatan Mufti untuk mendapatkan arah kiblat yang tepat. Kita tidak mewajibkan pembinaan bangunan menghadap kiblat, memadai surau atau ruang solat mempunyai arah kiblat yang betul.

“Ia meliputi bangunan perumahan, pejabat, kilang, kompleks beli belah, stesen minyak, hotel, hospital dan pelbagai lagi. Namun bangunan masjid dan surau keseluruhannya perlu menghadap kiblat,” katanya.

Beliau menegaskan langkah itu mendapat sambutan baik dan kontraktor sendiri yang memahami keperluan itu, malah ada kontraktor yang mengunjungi pejabat mufti dengan membawa pelan bangunan untuk dirujuk bagi mendapatkan arah kiblat yang tepat.

Rizal berkata, Selangor juga mengambil inisiatif membuat ketetapan supaya semua tanah perkuburan di seluruh negeri mempunyai replika tanda arah kiblat bagi memudahkan urusan penggalian kubur.

“Dengan adanya replika itu, ia memudahkan kerja penggali kubur dan memastikan tidak timbul lagi sebarang kekeliruan mengenai arah kiblat.

“Bagi memudahkan orang ramai, jabatan mufti melancarkan permohonan menentukan arah kiblat secara online yang boleh didapati di laman web www.muftiselangor.gov.my. Maklum balas yang diterima amat menggalakkan dan sehingga September lalu, 45 permohonan diterima.

“Khidmat diberikan secara percuma dan ia dilakukan dalam tempoh tidak lebih 12 hari dari tarikh permohonan diterima. Ia bertujuan memberikan kemudahan kepada orang ramai,” katanya sambil setakat ini tiada aduan diterima mengenai arah kiblat salah di Selangor.

Beliau berkata, pihaknya selalu menerima permohonan daripada ahli jawatankuasa masjid dan surau yang meminta mereka menyemak semula arah kiblat dan selepas mendapatkan arah yang tepat, jemaah akan mengikut arah baru dengan sekadar mengubah permaidani atau sejadah.

Oleh Hazirah Che Sab
Berita Harian

PANDUAN MENENTUKAN ARAH KIBLAT

Terdapat beberapa kaedah bagi menentukan arah kiblat seperti berpandukan kepada matahari selain daripada menggunakan kompas penunjuk. Panduan ini amat perlu dipelajari kerana mungkin pada suatu masa kita akan berhadapan dengan situasi yang terdesak seperti di tengah-tengah hutan belantara, pada malam yang gelap gelita, atau pada musim cuaca yang tidak menentu maka bagaimanakah kita hendak menentukan arah kiblat?

Di bawah ini beberapa panduan yang boleh digunakan bagi tujuan menentukan arah kiblat :

Kaedah 1 :
Pada waktu malam yang gelap maka carilah bintang tiga sederet dalam bentuk Buruj Belatik (Badabur Orion). Namun kaedah ini memerlukan kepada pengetahuan ilmu bintang.

Kaedah 2 :
Dengan memandang ke arah langit pada malam gelap gelita dan carilah bintang Qutbi (Polaris) . Inilah satu-satunya bintang paling tepat arah utara bumi. Dengan berpandukan bintang ini, arah kiblat boleh dicari tetapi kaedah ini juga memerlukan pada pengetahuan ilmu bintang.

Kaedah 3 :
Jika pada waktu siang hari bolehlah merujuk kepada posisi matahari dengan memerhatikan arah ia terbit dan juga terbenam. Arah terbit adalah pada sebelah timur dan arah terbenam pada sebelah barat. Sebelah barat adalah arah kedudukan Makkah secara rawak dan ianya boleh dijadikan panduan bagi menentukan arah kiblat.

Kaedah 4 :
Dengan menggunakan posisi awal matahari di Kaabah. Kaedah ini adalah berpandukan kepada kedudukan matahari yang akan berada tepat pada suatu tempat. Bagaimanapun kaedah ini hanya boleh berlaku dua kali sahaja dalam setahun dalam pergerakan matahari.

Sekali apabila matahari bergerak menuju titik utara iaitu pada 28 Mei setiap tahun dan sekali lagi pada 16 Julai apabila matahari kembali ke ekuinok.

Penzawalan matahari dengan Kaabah pada waktu hampir zohor akan menyebabkan sebarang objek menjadi tegak di seluruh dunia dan ianya bersamaan dengan arah kiblat.

Mengikut hisab waktu berkenaan ialah 16:16 tengahari waktu di makkah dan bersamaan 5:16 petang waktu di Malaysia. Pacakkan sebarang tiang di kawasan yang lapang untuk menentukan arah kiblat.

Tepat jam 5:16 petang bayang matahari yang jatuh itu adalah bertepatan dengan arah kiblat. Oleh kerana matahari jatuh di sebelah barat maka bayangnya adalah disebelah timur,jadi arah kiblat ialah arah yang berlawanan dari arah timur iaitu sebelah barat.

http://www.e-zakat.com.my/baru/ibadah/musafir_kiblat.asp